TVRINews, Barito Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 6.000 paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Barito Selatan, Senin, 21 September 2026. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah Upacara Hari Jadi Kabupaten Barito Selatan di kawasan Masjid Agung Baiturrahman. Selain paket sembako, Pemprov Kalteng turut menyalurkan 560 tabung LPG 3 kilogram kepada masyarakat kurang mampu dan sejumlah kelompok penerima lainnya.
Penerima bantuan juga mencakup ASN Golongan I dan II, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tenaga outsourcing, serta pelaku UMKM.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan karhutla, termasuk kekeringan dan keterbatasan air bersih.
“Tekad kami adalah membangun Kalimantan Tengah bersama rakyat Barito Selatan, dalam suka maupun duka. Hari ini kami datang untuk berbagi dalam kebersamaan karena adanya dampak karhutla,” tutur Gubernur.
Agustiar menyampaikan, Pemprov Kalteng menyiapkan bantuan pangan bagi sekitar 140.000 kepala keluarga (KK) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Penyaluran ditujukan terutama kepada masyarakat yang terdampak dan memenuhi kriteria sebagai penerima.
Gubernur menegaskan proses penyaluran harus memperhatikan kebutuhan serta ketepatan sasaran agar bantuan diterima oleh masyarakat yang memang berhak.
“Yang benar-benar berhak menerima, itulah yang harus mendapatkan bantuan. Ini perintah Pak Presiden kepada kami dan kami laksanakan,” tegas Gubernur.
Khusus di Kabupaten Barito Selatan, jumlah kepala keluarga disebut mencapai sekitar 39.000 KK. Melalui berbagai program bantuan yang telah dijalankan, termasuk Kartu Huma Betang, cakupan penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menjangkau sebagian besar keluarga di wilayah tersebut.
Menurut Agustiar, upaya pemerintah dalam menangani persoalan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui bantuan pangan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan bagi para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Untuk menghadapi dampak kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih terus diperkuat, salah satunya melalui pembangunan dan pemanfaatan sumur bor.
“Kalau sumur bor, kita prioritaskan untuk air bersih,” jelas Gubernur.
Di sektor kesehatan, Agustiar menegaskan masyarakat tetap harus memperoleh akses pelayanan, termasuk dalam kondisi darurat.
Pemprov Kalteng juga menyiapkan kebijakan perlindungan berupa asuransi bagi relawan karhutla di seluruh Kalimantan Tengah sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan mereka selama menjalankan tugas.
Gubernur menjelaskan, bantuan sosial yang diberikan saat ini merupakan langkah jangka pendek untuk meringankan beban masyarakat. Sementara dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan terus mendorong pemberdayaan masyarakat agar dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah melalui berbagai program pembangunan.
Sementara itu, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Barito Selatan, terutama di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla.
Menurut Eddy, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan akibat karhutla, termasuk keterbatasan air bersih dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sejumlah dukungan sebelumnya juga telah diterima Kabupaten Barito Selatan, di antaranya peralatan pemadam kebakaran, pompa, serta sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami akan memastikan bantuan yang diberikan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Eddy.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran turut menyerahkan 150 paket sembako untuk kader PKK, 250 masker N95, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, serta buku-buku bacaan.
Bantuan tersebut diberikan sebagai dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan literasi masyarakat.
Setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Kabupaten Barito Selatan, Gubernur Kalimantan Tengah melanjutkan agenda ke Kabupaten Barito Timur.
Bantuan pangan diserahkan di Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah, dan Kecamatan Paku.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memastikan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah dampak karhutla, kekeringan, dan tantangan ekonomi.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Barito Selatan beserta jajaran, jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Timur, perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah kabupaten, jajaran TNI-Polri, TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, relawan, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima bantuan.










