TVRINews, Kalimantan Tengah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat langkah perlindungan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama akibat penurunan kualitas udara yang dipengaruhi asap.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperluas pembagian masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Selain masker, masyarakat juga mendapatkan bantuan berupa vitamin, bubur kacang hijau, serta sejumlah dukungan kesehatan lainnya.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, penanganan dampak karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
"Pihak pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan," ujar Agustiar, dikutip Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan masker. Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian, khususnya bagi wilayah yang mengalami keterbatasan akses selama kondisi darurat karhutla.
Karena itu, pendistribusian masker dan air bersih terus diperluas ke sejumlah desa dan daerah yang membutuhkan. Pemerintah daerah berupaya menyesuaikan penyaluran bantuan dengan kondisi di lapangan.
"Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air," jelasnya.
Untuk memperkuat ketersediaan air bersih, Pemprov Kalteng juga mendorong pembangunan sumur bor. Hingga kini, pembangunan sumur bor telah mencapai ratusan unit dan akan terus dilanjutkan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Penyediaan air juga dilakukan melalui pengisian ulang air mineral dan galon di sejumlah titik atau kota. Penempatan bantuan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
"Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi," ungkapnya.
Selain bantuan kesehatan dan air bersih, pemerintah juga menyalurkan sembako kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima. Bantuan tersebut diberikan di luar penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pemprov Kalteng juga terus memantau distribusi sembako maupun bahan bakar minyak (BBM) agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang terdampak.
Terkait BBM, Agustiar mengingatkan masyarakat agar melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Pemerintah kota juga diminta memperketat pengawasan di setiap SPBU untuk memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak.
Penanganan karhutla di Kalteng turut mendapat dukungan dari Presiden Republik Indonesia. Dukungan tersebut antara lain berupa 100 unit mobil pemadam kebakaran, ekskavator, serta berbagai peralatan lain untuk menunjang upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Penguatan penanganan di lapangan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. TNI, Polri, mahasiswa, dan elemen masyarakat turut dilibatkan dalam upaya mengantisipasi serta menangani karhutla.
"Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung dan berkoordinasi untuk mengantisipasi karhutla," tuturnya.
Pemprov Kalteng juga mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi perkembangan cuaca. Berdasarkan perkiraan BMKG, musim hujan diprediksi mulai datang sekitar November hingga Januari.
Menghadapi perubahan kondisi tersebut, kesiapan sarana dan prasarana, relawan, bantuan kesehatan, serta posko oksigen terus dipantau. Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat merespons kebutuhan masyarakat apabila kondisi karhutla maupun kualitas udara kembali mengalami perubahan.
Pemprov Kalteng mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kesehatan, terutama dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam mencegah munculnya titik api dan menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat, media, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan warga sekaligus mendukung pengendalian karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.










