TVRINews, Palangka Raya
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah memanen melon hasil budidaya di Smart Greenhouse II sebagai upaya memperkuat inovasi pertanian modern berbasis teknologi dan budidaya berkelanjutan. Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan pengembangan Smart Greenhouse menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas hortikultura sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut Rendy, penerapan teknologi dalam budidaya mampu menghasilkan produk berkualitas, meningkatkan efisiensi, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
"Melalui Smart Greenhouse, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi budidaya dapat menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas dan efisien. Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh kelompok tani maupun masyarakat sesuai potensi daerah masing-masing," ujar Rendy, Senin, 3 Agustus 2026.
Smart Greenhouse II memiliki luas sekitar 500 meter persegi dengan menerapkan sistem budidaya hidroponik. Dari 880 tanaman melon yang dibudidayakan, fasilitas tersebut berhasil menghasilkan panen sekitar 1,1 ton buah. Sejumlah varietas unggulan yang dikembangkan meliputi Kansen (Legi Hami), Dalmesion, Honey Ground, Validas (Hami), Hamichi (Sweet Hami), dan Sweet Net 9 (Legi Songo). Varietas tersebut memiliki karakteristik rasa, tekstur, dan kualitas buah yang beragam.
Rendy menyampaikan, pengembangan kawasan Smart Greenhouse terus dilakukan secara bertahap. Saat ini, Smart Greenhouse III telah memasuki tahap budidaya dan ditargetkan panen pada akhir Agustus 2026.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjaga kontinuitas produksi hortikultura sekaligus menjadi pusat edukasi pertanian modern di Kalimantan Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, turut melakukan panen dan meninjau proses budidaya melon sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan keluarga. Menurut Aisyah, pemanfaatan lahan produktif melalui kegiatan pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia menilai Gerakan PKK memiliki peran penting dalam mendorong keluarga memanfaatkan potensi pekarangan sebagai sumber pangan dan ekonomi. Aisyah juga menegaskan, berbagai program TP PKK akan terus disinergikan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta mendukung visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, "Kalteng BERKAH, Kalteng Maju."
Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan stunting, serta penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua sekaligus Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.









