TVRINews, Palangkaraya
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 4,47 persen pada Juni 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,61. Seluruh kabupaten/kota pantauan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kenaikan harga.
Plt. Kepala BPS Provinsi Kalteng, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa selain inflasi tahunan, pergerakan harga secara bulanan juga menunjukkan tren peningkatan.
"Kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 3,05 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,01 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 2,18 persen, kesehatan 1,65 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,25 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,21 persen, pakaian dan alas kaki 0,97 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen," kata Maria, dikutip Kamis, 2 Juli 2026.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi dengan inflasi mencapai 10,25 persen. Posisi berikutnya disusul oleh kelompok transportasi sebesar 6,15 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,11 persen.
Secara rinci, Maria menyebutkan sejumlah komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan ini antara lain beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan patin, rokok kretek mesin, bahan bakar rumah tangga, solar, hingga tarif angkutan udara.
Kendati demikian, BPS juga mencatat adanya komoditas yang menahan laju inflasi melalui deflasi (penurunan harga). Beberapa di antaranya adalah daging ayam ras, sabun deterjen bubuk, terong, rampela hati ayam, cumi-cumi, popok bayi sekali pakai, kunyit, kelapa, buah naga, sabun mandi cair, dan daging babi.
Dari sisi regional, Kabupaten Kapuas mencatatkan inflasi tahunan tertinggi di Kalteng sebesar 5,01 persen. Sebaliknya, angka inflasi terendah berada di Kabupaten Sukamara dengan capaian 3,81 persen.
Acara pemaparan data ekonomi ini turut dihadiri oleh perwakilan instansi vertikal, jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah awak media massa.










