TVRINews, Palangkaraya
Pemahaman mengenai dinamika geopolitik global dinilai penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam melihat berbagai perubahan dunia yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana saat menghadiri kuliah umum bertema “Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin” di Gedung Hasupa UIN Palangka Raya, Kompleks Islamic Centre, Palangka Raya, Rabu, 16 September 2026.
Kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tersebut menghadirkan Kepala Bagian Acara Biro Protokol Sekretariat Presiden, Mujaddid Akbar, sebagai narasumber.
Lisda mengatakan, geopolitik tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, diplomat, maupun pengambil kebijakan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga perlu memahami perubahan global dan pengaruhnya terhadap berbagai sektor.
“Pemahaman terhadap geopolitik bukan hanya menjadi urusan para diplomat, pemerintah, atau pengambil kebijakan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga perlu memahami bagaimana perubahan dunia dapat mempengaruhi kehidupan kita,” ujar Lisda.
Menurutnya, berakhirnya Perang Dingin tidak secara otomatis menghilangkan persaingan dan tarik-menarik kepentingan antarnegara. Perubahan kekuatan dunia, persaingan ekonomi dan teknologi, konflik di sejumlah kawasan, serta tantangan global terus berkembang dengan semakin kompleks.
Dalam dinamika tersebut, Indonesia memiliki posisi strategis karena berada di persilangan dua benua dan dua samudra. Kondisi ini membuat Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari dinamika geopolitik dunia, tetapi juga memiliki kepentingan dalam menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
“Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin merupakan tema yang sangat penting untuk kita pahami bersama,” tuturnya.
Lisda menambahkan, perkembangan geopolitik global juga memiliki kaitan dengan Kalimantan Tengah. Sejumlah sektor, seperti sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, investasi, hilirisasi, ketahanan pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia, turut dipengaruhi perubahan ekonomi dan geopolitik dunia.
Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting sebagai ruang berkembangnya pemikiran, gagasan, dan sumber daya manusia yang mampu memahami perubahan zaman.
“Oleh karena itu, saya berharap melalui kuliah umum ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk melihat Indonesia dan dunia dengan perspektif yang lebih luas, kritis, objektif, serta tetap berpijak pada kepentingan nasional dan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir menjelaskan bahwa geopolitik tidak hanya berkaitan dengan peperangan secara langsung, tetapi juga mencakup berbagai bentuk persaingan dan kepentingan antarnegara.
Ia menyebut dinamika global saat ini mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, keamanan, teknologi, hingga kepentingan antarnegara.
“Perang dingin tidak hanya berbicara mengenai rudal atau roket, tetapi juga mengenai berbagai bentuk persaingan dan kepentingan yang berkembang di dunia,” jelasnya.
Ahmad mencontohkan kondisi ekonomi dan nilai tukar mata uang suatu negara sebagai salah satu persoalan yang dapat dilihat dalam konteks ekonomi internasional. Menurutnya, berbagai dinamika tersebut perlu dipahami untuk melihat hubungan antara kondisi suatu negara dengan perkembangan global.
“Wawasan global harus diketahui dan dipahami bersama, terutama oleh insan cendekia seperti kita semua,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti kuliah umum tersebut dengan baik sehingga memiliki wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan global, baik dari aspek ekonomi, politik, keamanan, teknologi, maupun berbagai kepentingan antarnegara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta civitas akademika UIN Palangka Raya.










